Senin, 07 Januari 2013

HARGA POKOK PESANAN (JOB ORDER COSTING)



HARGA  POKOK  PESANAN
 
I.  Pengertian
Harga pokok pesanan adalah cara perhitungan harga pokok produksi untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan. Apabila suatu pesanan diterima segera dikeluarkan perintah untuk membuat produk sesuai dengan spesifikasi masing-masing pesanan. Untuk mempermudah perhitungan biaya produksi tiap-tiap pesanan maka masing-masing produk yang dikerjakan diberi nomor identitas.
 
II.  Ciri Khusus
a)  Tujuan produksi perusahaan adalah untuk melayani pesanan pembeli yang bentuknya tergantung pada spesifikasi pesanan, sehingga sifat produksinya terputus-putus dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya secara jelas.
 
b)   Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan dengan tujuan dapat dihitung harga pokok pesanan dengan relatif teliti dan adil. Dihubungkan dengan sistem akuntansi biaya yang digunakan untuk membebankan harga pokok kepada produk. metode harga pokok pesanan hanya dapat menggunakan:
1.  Sistem harga pokok historis untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, untuk ketelitian dan keadilan pembebanan biaya overhead pabrik harus digunakan tarif biaya yang ditentukan dimuka.
2.  Dalam metode harga pokok pesanan dapat pula digunakan sistem harga pokok yang ditentukan dimuka untuk seluruh elemen biaya produksi.
 
c)  Biaya produksi dibagi menajadi dua jenis yaitu:
1.   Biaya langsung meliputi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
      Biaya langsung diperhitungkan terhadap masing-masing pesanan berdasarkan biaya yang sebenarnya
2.   Biaya tidak  langsung meliputi biaya produksi diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
      Biaya tidak langsung dibebankan ketiap-tiap pesananan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka (Predetermined Rate)
 
d) Harga pokok pesanan untuk tiap pesanan dihitung pada waktu pesanan  yang  bersangkutan selesai diproduksi.
 
e)  Harga pokok satuan ditetapkan dengan cara membagi total biaya suatu pesanan  dengan jumlah satuan produk pesanan yang bersangkutan.
f)  Untuk megumpulkan biaya produksi masing-masing pesanan, dipakai kartu harga pokok pesanan dimana tercatat hal-hal berikut ini :
Jenis produk                :
Nomor pesanan           :          
Tgl.pesanan     :
Sifat pesanan   :
Nama pemesan            :
Jumlah             :
Tgl.selesai                    :
Harga jual                    :
Biaya produksi      :
 
                  
III. Pencatatan Akuntansi
a)   Akuntansi biaya bahan baku
Pencatatan pemakaian bahan baku didasarkan pada bukti permintaan bahan (material reguisition). Disamping dicatat di kartu persediaan bahan baku, pemakaian tersebut juga harus dicatat di kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan.
     
Pada saat pembelian:
            Persediaan bahan baku            xxx
                        Utang/kas                                xxx
 
            Pada saat terjadi retur pembelian
            Utang                                         xxx
                        Persediaan bahan baku           xxx
           
Pada saat pembebanan
            BDP -  Biaya bahan baku          xxx
                        Persediaan bahan baku            xxx
 
b)  Akuntansi Biaya  Tenaga Kerja
Pembebanan upah langsung ke barang dalam proses, harus dicatat di kartu harga pokok pesanan sesuai dengan pemakaian tenaga kerja yang bersangkutan.
           
Pada saat pembayaran kepada karyawan
            Utang gaji dan upah                   xxx
                        Kas                                          xxx
 
            Pada saat pembebanan
            BDP - Biaya tenaga kerja       xxx
                        Gaji dan upah                          xxx
 
c)  Akuntansi Biaya Overhead Pabrik
Dalam harga pokok pesanan biaya overhead pabrik dibebankan berdasarkan tarif yang ditentukan sebelum proses produksi berjalan (predetermined rate).
Adapun proses penentuan tarif adalah sebagai berikut:
1. Menentukan taksiran besarnya BOP selama periode tertentu
2. Menentukan dasar pembebanan (jam kerja langsung, jam kerja mesin, dll)
3. Menentukan tarif BOP berdasarkan:
 
                      Taksiran BOP
Tarip BOP =  ------------------  =  Rp ....../Dasar pembebanan
                     Dasar pembebanan
 
Pada saat pembebanan
            BDP - Biaya overhead pabrik             xxx
                        BOP yang dibebankan                                    xxx
 
Mencatat BOP Sesungguhnya
            BOP yang sesungguhnya                    xxx
                        Berbagai rekening dikredit                 xxx
 
d)   Pencatatan Barang Jadi
Pencatatan barang jadi didasarkan kepada pesanan-pesanan yang telah selesai dengan demikian harga pokok barang jadi didasarkan kepada harga pokok tiap pesanan yang telah selesai dikerjakan, sehingga besarnya harga pokok tersebut dapat dilihat di kartu harga pokok.         
 
Persediaan barang jadi                                        xxx
                        BDP - Biaya bahan baku                       xxx
                        BDP - Biaya tenaga kerja                      xxx
                        BDP - Biaya overhead pabrik                xxx
 
 
e)  Pencatatan Persediaan Barang Dalam Proses
      Persediaan barang dalam proses         xxx
                        BDP - Biaya Bahan Baku                   xxx
                        BDP - Biaya Tenaga Kerja                 xxx
                        BDP - Biaya Overhead Pabrik            xxx
 
f)  Pencatatan Penyerahan Barang Kepada Pemesan
Piutang                                                            xxx
                        Penjualan                                             xxx
 
 
g)  Pencatatan Harga Pokok Penjualan
            Harga pokok penjualan                       xxx
                        Persediaan barang jadi                        xxx
 
IV. Masalah-Masalah Khusus
Masalah yang timbul dalam biaya produksi pada metode harga pokok pesanan adalah:
1.  Biaya Bahan Baku.
a)  Unsur harga pokok bahan baku
Sesuai dengan prinsip harga perolehan (cost), maka harga pokok terdiri dari:
-  Harga beli menurut faktur
-  Ongkos angkut
-  Biaya-biaya lain sampai dengan bahan baku itu siap untuk dipakai, akan tetapi atas pertimbangan biaya administrasi maka dalam praktek harga pokok bahan pada umumnya dicatat berdasarkan faktur.
 
b)  Penentuan harga pokok bahan baku   
Untuk menentukan harga pokok bahan baku yang dipakai kedalam proses produksi dapat dipakai metode:
- Metode tanda pengenal khusus
- Metode FIFO (First In First Out)
- Metode LIFO (Last In First Out)
- Metode Rata-Rata
- Metode Angka Produksi
 
 c)  Sisa Bahan
Merupakan bahan yang tidak terpakai (tidak menjadi bagian dari produk) dalam proses produksi dan tidak dapat dipakai dalam proses produksi berikutnya (telah rusak) tetapi masih mempunyai harga jual.
Pencatatan terhadap harga jual sisa bahan dilakukan sebagai berikut:
- Apabila harga jual tersebut rendah, maka pencatatan harga dilakukan pada saat penjualan
- Apabila harga jual besar jumlahnya, maka pencatatan dilakukan pada saat sisa bahan tersebut diserahkan ke gudang.
  
d)  Produk Rusak (Spoiled Goods)
Merupakan produk yang tidak memenuhi kualitas yang seharusnya dan tidak dapat diperbaiki.Perlakuan terhadap produk rusak adalah sebagai berikut:
- Apabila produk rusak disebabkan spesifikasi sesuatu pesanan, maka harga pokok produk rusak dibebankan ke pesanan tempat terjadinya produk rusak tersebut.
-  Apabila terjadinya produk rusak dianggap merupakan hal yang normal, maka kerugian akibat produk rusak dibebankan kepada semua produk dengan memperhitungkan ke dalam tarip BOP dimana terdapat kerugian akibat produk rusak tersebut.
e)  Produk cacat (defective goods)
Produk cacat ialah Produk yang tidak  memenuhi kualitas yang  seharusnya, tetapi masih dapat diperbaiki dengan pengerjaan kembali (rework).
Biaya yang timbul akibat pengejaan kembali (rework cost) pencatatannya sama halnya seperti dalam produk rusak yaitu:
- Apabila timbulnya produk cacat akibat spesifikasi pesanan, maka biaya pengerjaan kembali dibebankan ke pesanan yang bersangkutan.
- Apabila produk cacat merupakan hal biasa terjadi, maka biaya pengerjaan kembali, dibebankan ke tarip BOP dengan demikian dipikul oleh semua produk (pesanan)
 
2.  Biaya Tenaga Kerja
Dalam hubungan dengan perhitungan harga pokok produksi, maka pada umumnya tenaga kerja dibedakan sebagai berikut :.
Tenaga kerja langsung : yaitu tenaga kerja yang mengerjakan produk langsung  dibebankan ke perkiraan barang dalam proses
Tenaga kerja tidak langsung : yaitu tenaga kerja yang tidak secara langsung turut  dalam pengerjaan  produk dan biaya yang terjadi dibebankan ke perkiraan biaya overhead pabrik.
 
Beberapa masalah yang timbul dalam pencatatan biaya tenaga kerja antara lain:
a)   Cara perhitungan besarnya gaji dan upah
      Dalam hal ini banyak perusahaan yang memakai cara dengan mengalikan jumlah jam kerja dengan tarip upah per jam
 
b)   Cara pemberian intensip
      Pemberian intensip pada umumnya bertujuan agar karyawan bekerja lebih baik. pemberian intensip dapat didasarkan atas waktu kerja maupun kuantitas produksi maupun kombinasi dari keduanya.
 
c)   Perhitungan jumlah pajak atas pendapatan karyawan
      Pada prinsipnya besarnya pendapatan karyawan adalah sebagai berikut:
- Ditetapkan besarnya pendapatan sisa kena pajak per tahun, yaitu pendapatan sisa kena pajak per bulan 12 (dua belas).
- Atas sisa kena pajak satu tahun dikenakan tarip pajak untuk mengetahui jumlah   pajak satu tahun.
 
d)  Untuk menentukan besarnya potongan pajak pendapatan, maka jumlah pajak satu  tahun di bagi 12 (dua belas). Kemudian tentang proses pencatatan biaya tenaga kerja adalah seperti yang telah dijelaskan di muka dalam prosedur akuntansi biaya pokok pesanan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
CONTOH    SOAL
 
PT. MEBEL ANTIK menerima pesanan dari pemesan untuk membuat kursi sebanyak 2000 Unit. Pesanan ini merupakan pesanan dengan nomor 002. Proses produksi melalui dua Departemen Produksi dimana Departemen I sebagai Departemen Pembentukan sedangkan Departemen II sebagai Departemen Penyelesaian. Pesanan ini diterima pada tanggal 03 Maret 1994 dan akan diselesaikan pada tanggal 31 Maret 1994.
Informasi berikut berhubungan dengan pesanan 002 tersebut:
 
a.   1. Pembelian bahan baku 01 januari 1994  200 m3 kayu @ Rp 500
2. Pembelian 03 januari 1994 300 m3 kayu @ Rp 650
3. Pembelian 10 januari 1994 100 m3 kayu @ Rp 550
     4. Pembelian 07 maret 1994  750 m3 kayu @ Rp 600
 
b.  Permintaan Bahan Baku dibagian gudang untuk Departemen I sebanyak 1.200 m3 kayu .
c.  Keterangan                                                 Departemen I              Derpartemen II
     Jumlah Jam Kerja Langsung                             1.200 Jam                    2.000 Jam 
     Upah Langsung/Jam                                   Rp 2.000                     Rp 1.500
     Jam Mesin yang digunakan                                             450 Jam                    -
d  Perencanaan BOP pertahun untuk Departemen I sebesar Rp 8.000.000 dengan kapasitas yang direncanakan sebesar 20.000 Jam Mesin sedangkan untuk di Departemen II sebesar Rp 12.000.000 dengan kapasitas yang direncanakan 30.000 Jam Tenaga Kerja Langsung.
e.  Perusahaan dalam penilaian bahan baku menggunakan metode FIFO.Pihak pemesan menyetujui pembayaran pesanannya sebesar total biaya produksi ditambah laba kotor sebesar 40% dari total biaya produksi.
 
Diminta:
1.   Hitunglah besarnya biaya bahan baku yang digunakan
2.   Tentukan tarif BOP per departemen
3.   Buatlah kartu harga pokok pesanan No. 003 tersebut
4.   Hitunglah total harga pokok produksi
5.   Hitunglah harga jual perunit
6.   Buatlah jurnal yang dibutuhkan
 
 
PENYELESAIAN  :
1.      Penggunaan bahan baku sebanyak 1200 m2 kayu dengan perincian sebagai berikut :
 
 
Unit
harga
Jumlah
Persediaan 1 januari
200 m2
Rp 500
Rp 100.000
Pembelian 3 januari
300 m2
      650
      195.000
Pembelian 10 januari
700 m2
      550
      385.000
Penggunaan bahan baku
     1200 m2
 
Rp 680.000
 
2.   Tarif  BOP dept I                :     8.000.000 / 20.000 jam  = Rp 400 /  jam mesin.
      Tarif  BOP dept II   :   12.000.000 / 30.000 jam  =  Rp 400 / jam kerja langsung.
 
3.   Kartu harga pokok :    
 
PT MEBEL ANTIK
KARTU HARGA POKOK
 

No pesanan       :   003                                                        Nama pemesan     :

Jenis produksi   :   kursi  kayu                                             Jumlah unit           :  2.000
Tgl pesanan       :   03/03/1994                                            Tgl selesai           :  31/03/1994
Sifat  pesanan    :                                                                 Harga jual            :
 
Tgl
Ket
No Bukti      
Dept I  
Dept II
    Jumlah
 
BIAYA BAHAN BAKU
 
 
 
 
           680.000
 
 
 
Jumlah biaya bahan baku
           680.000
 
      680.000
 
BIAYA TENAGA KERJA
 
 
1200 x  2000   2000 x  1500
 
        2.400.000
                      3.000.000
 
 
Jumlah biaya tenaga kerja
        2.400.000
        3.000.000
5.400.000
 
BIAYA OVERHEAD PABRIK
 
 
  450 x  400        2000 x  400
 
           180.000
 
           800.000
 
 
Jumlah biaya overhead pabrik
           180.000
           800.000
        980.000
Jumlah biaya produksi
        3.260.000
        3.800.000
     7.060.000
 
4.  Jumlah biaya produksi untuk pesanan no. 003  = Rp  7.060.000,-
 
5.  Harga jual / pesanan   =   (140% x 7.060.000) / 2.000 unit  = Rp  4.942 / unit.
 
6.  Jurnal   :
1.                Mencatat pemakaian bahan baku
BDP – BBB dept  I                                                    680.000                  -
         Persediaan bahan baku                                            -                   680.000
 
2.                Mencatat pembebanan BTK
BDP – BTK dept  I                                                2.400.000                  -
BDP – BTK dept  II                                               3.000.000                  -            
         Gaji dan upah                                                          -                5.400.000
 
3.                Mencatat pembebanan BOP
BDP – BOP dept  I                                                               180.000                 -
BDP – BOP dept  II                                                  800.000                 -
         BOP dibebankan                                                     -                   980.000
 
4.                Mencatat persediaan produk jadi
Persediaan produk jadi                                           7.060.000                 -
         BDP – BBB                                                            -                   680.000
         BDP – BTK                                                            -                5.400.000
         BDP – BOP                                                            -                   980.000
 
5.                Mencatat Harga pokok penjualan
Harga pokok penjualan                                           7.060.000                  -
         Persediaan produk jadi                                           -                 7.060.000
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
SOAL - SOAL   PRAKTIKUM
 
KASUS   1
 
UD.  IYAN  JAYA yang bergerak dalam bidang kayu dan mebel mendapat pesanan pada tanggal 20 Januari 1998 sebanyak 2.000 unit kursi dan 1000 unit meja dengan Nomor Pesanan masing-masing  001 dan 002.  Dari kegiatan yang selama ini terjadi untuk membuat 100 kursi dan 100 meja diperlukan  :
 
a)  Bahan baku kayu langsung ( 25 m3 untuk kursi & 50 m3 untuk meja ).
b)  Upah langsung 500 jam upah langsung ( 3 jam untuk meja dan 2 jam untuk kursi ) dengan tarif Rp. 1.000,- / jam.
c)  Overhead pabrik diperkirakan Rp. 5.000.000,- dengan penentuan tarif BOP berdasarkan aktivitas jam upah langsung.
d)  Data pembelian bahan baku selama bulan Januari :
      Persediaan awal    01/01/1998      250 m3     @    Rp.  25.000,-  
      Pembelian             05/01/1998      100 m3     @    Rp.  25.500,-
      Pembelian             10/01/1998      200 m3     @    Rp.  30.000,-
      Pembelian             15/01/1998      400 m3     @    Rp.  25.000,-
      Pembelian             20/01/1998      200 m3     @    Rp.  25.500,-
e)  Biaya pemesanan Rp. 500.000,-
     Biaya administrasi dan umum Rp. 1.000.000,-
     Pajak penghasilan 10 %
 
Penilaian persediaan dengan menggunakan sistem LIFO.  Dalam pengerjaan pesanan ini, UD.  IYAN JAYA mengerjakan kursi dahulu sampai selesai, baru kemudian meja. Harga jual disetujui untuk kursi sebesar biaya produksi ditambah 25 % keuntungan yang diinginkan, sedangkan untuk meja sebesar biaya produksi ditambah 35 % keuntungan yang diinginkan. 
 
Diminta :
1.  Hitunglah harga jual masing-masing
2.  Buatlah Laporan Laba / Rugi  UD.  IYAN JAYA
3.  Buatlah Kartu Harga Pokok Produksi untuk pesanan kursi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
JAWABAN  :
KASUS   1
UD.  IYAN  JAYA
 
1.
  Biaya Bahan Baku yang digunakan (menggunakan sistem LIFO)
—›  Bila  100 kursi membutuhkan 25 m3, maka
1 kursi  =  0,25 m3  x  2.000  =  500  m3, diambil dari :
            Pembelian        20/01/1998    200 m3  x   Rp.  25.500,-   =     Rp.   5.100.000,-
            Pembelian        15/01/1998    300 m3  x   Rp.  25.000,-   =    Rp.   7.500.000,-
                                                                                                            ———————
            Total Biaya bahan baku untuk membuat 2.000 kursi         =  Rp. 12.600.000,-
 
—›  Bila  100 meja membutuhkan 50 m3, maka
1 meja  =  0,5 m3  x  1.000  =  500  m3, diambil dari :
            Pembelian        15/01/1998    100 m3  x   Rp.  25.000,-   =     Rp.   2.500.000,-
            Pembelian        10/01/1998    200 m3  x   Rp.  30.000,-   =    Rp.   6.000.000,-
            Pembelian        05/01/1998    100 m3  x   Rp.  25.500,-   =     Rp.   2.550.000,-
            Persed. awal    01/01/1998    100 m3  x   Rp.  25.000,-   =    Rp.   2.500.000,-
                                                                                                            ———————
            Total Biaya bahan baku untuk membuat 1.000 meja         =   Rp. 13.550.000,-
 
  Biaya Overhead Pabrik
                          Rp.  5.000.000,-
Tarif  BOP  =   ———————  =   Rp.  10.000,- / jam upah langsung
                                    500
 
Kursi   =    2  x  2.000  x  Rp. 10.000,-  =   Rp.  40.000.000,-
Meja   =     3  x  1.000  x  Rp. 10.000,-  =   Rp.  30.000.000,-
 
  Biaya  Pabrik
Kursi   =   2  x  2.000  x  Rp. 1.000,-  =   Rp.  4.000.000,-
Meja   =     3  x  1.000  x  Rp. 1.000,-  =   Rp.  3.000.000,-
 

Biaya  Produksi
Kursi
Meja
Total
Bahan Baku
Rp. 12.600.000,-
Rp. 13.550.000,-
Rp.  26.150.000,-
Overhead Pabrik
Rp. 40.000.000,-
Rp. 30.000.000,-
Rp.  70.000.000,-
Tenaga Kerja Langsung
Rp.   4.000.000,-
Rp.   3.000.000,-
Rp.    7.000.000,-
Total Biaya Produksi
Rp. 56.600.000,-
Rp. 46.550.000,-
Rp. 103.150.000,-
Harga Jual
(125% x 56.600.000)
Rp. 70.750.000,-
(135% x 46.550.000)
Rp. 62.842.500,-
 
Rp. 133.592.500
 
 
2.
 
UD.  IYAN  JAYA
Laporan  Laba / Rugi
 
Penjualan  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp.  133.592.500,-
Harga Pokok Penjualan  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  (            Rp.  103.150.000,- )
                                                                                                ———————
            Laba Kotor  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .   Rp.    30.442.500,-
Biaya Usaha  :
        Biaya Pemasaran  . . . . . . . . . .  Rp.     500.000,-
        Biaya administrasi & umum . . Rp.  1.000.000,-
                                                      ——————          ( Rp.      1.500.000,- )
                                                                                          ———————
Laba bersih sebelum pajak  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .   Rp.    28.942.500,-
Pajak penghasilan  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  ( Rp.      2.894.250,- )
                                                                                                ———————
            Laba bersih bulan Januari  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .   Rp.    26.048.250,-
 
 
 
3.  Kartu Harga Pokok Produksi
     
No.  Pesanan   :  001                                                   Pemesan          :          
Jenis Produk    :  Kursi                                                Sifat Pesanan  :  Biasa
Tgl. Pesanan    :  20 Januari 1998                                Jumlah             :  2.000 unit
Tgl. Selesai      :                                                           Harga Jual       :  Rp. 70.750.000,-
 

Biaya  Bahan  Baku
Biaya  Tenaga  Kerja
Biaya  Overhead  Pabrik
Tgl.
Ket.
Jumlah
Tgl.
Ket.
Jumlah
Tgl.
Ket.
Jumlah
20/01
200 x 25.500
 5.100.000
20/01
2 x 2.000
  x 1.000
4.000.000
20/01
2 x 2.000
  x 10.000
40.000.000
15/01
300 x 25.000
 7.500.000
 
 
 
 
 
 
 
12.600.000
 
 
4.000.000
 
 
40.000.000
Jumlah  Total  Biaya  Produksi
Rp.  56.600.000,-
 
 
 


KASUS   2

 

PT.  JATI  JAYA  bergerak dalam bidang kayu dan metal.  Pada bulan Februari mendapat pesanan 500 kusen pintu dan 2.000 kusen jendela.  Untuk itu perusahaan mengadakan perhitungan ongkos produksinya.  Selama ini untuk membuat 100 kusen pintu dan 100 kusen jendela diperlukan  :

 

a)  Bahan baku langsung berupa kayu  13 m3  ( 6 m3 untuk jendela & 7 m3 untuk pintu ).

      Data mengenai bahan baku  :

      Persediaan awal      50 m3     @    Rp.  250.000,-

      Pembelian             200 m3     @    Rp.  300.000,-

      Retur pembelian      50 m3 

      Ongkos angkut      Rp.  500.000,-

      (metode penentuan harga pokok bahan baku dengan Rata-rata Tertimbang Fisik)

b)  Buruh langsung 750 jam kerja ( 3 jam kerja per kusen jendela dan 4,5 jam kerja untuk satu kusen pintu ) dengan tarif Rp. 1.000,- / jam.

c)  Overhead pabrik terdiri dari  :

        Bahan baku tak langsung          Rp.  1.000.000,-

        Supplies sebanyak                     Rp.     500.000,-

        Buruh tahk langsung                 Rp.     500.000,-

        Biaya listrik                               Rp.     350.000,-

        Asuransi dan pajak                    Rp.     300.000,-

        Depresiasi sebesar                     Rp.     350.000,-

d)  Untuk menentukan besarnya overhead dipergunakan basis aktivitas jam buruh langsung.         

 

Diminta  :

1.  Berapakah penawaran harga yang diajukan oleh pihak manajemen PT.  JATI JAYA, jika perusahaan menginginkan keuntungan sebesar  25 % dari ongkos produksinya.

2.  Buatlah Kartu Harga Pokok Produksi untuk pesanan kusen pintu.

 

 

JAWABAN  :

KASUS   2

PT.  JATI  JAYA

 

1.  

  Biaya Bahan Baku yang digunakan

      100 kusen pintu      =              7 m3   —›  0,07 m3   x     500  =      35 m3

      100 kusen jendela   =              6 m3   —›  0,06 m3   x  2.000  =    120 m3

                                                                                          —————

                                                Pemakaian Bahan Baku     =    155 m3

 

 

 

  Penilaian Persediaan dengan metode Rata-rata Tertimbang Fisik

            Persediaan awal   (50 x Rp 250.000)  . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 12.500.000,-        

            Pembelian  (200 x  Rp 300.000)  . . . .             Rp. 60.000.000,-

            Ongkos angkut  . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp.      500.000,-

      Retur pembelian (50 x Rp 300.000) . .(           Rp  15.000.000,- )

                                                                  ——————–

                  Pembelian bersih  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  Rp. 45.500.000,-

                                                                                                      ——————–

      Bahan baku yang tersedia (200 x Rp 292.500)   . . . . . . . . . . .           Rp. 58.500.000,-

      Persediaan akhir   (45 x Rp 292.500)  . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 13.162.500,-

                                                                                                      ——————–

                  Biaya bahan baku selama bulan Februari  . . . . . . . . . Rp. 45.337.500,-

 

 

  Biaya Tenaga Kerja Langsung

    1 kusen pintu     =  4,5 jam  x      500    x  Rp. 1.000,- =   Rp.  2.250.000,-

    1 kusen jendela             =  3    jam  x   2.000    x  Rp. 1.000,-  =   Rp.  6.000.000,-

                                                                                               ——————

                              Biaya Tenaga Kerja Langsung            =   Rp.  8.250.000,-

 

 

  Biaya Overhead Pabrik

        Bahan baku tak langsung          Rp.  1.000.000,-

        Supplies sebanyak                     Rp.     500.000,-

        Buruh tahk langsung                 Rp.     500.000,-

        Biaya listrik                               Rp.     350.000,-

        Asuransi dan pajak                    Rp.     300.000,-

        Depresiasi sebesar                     Rp.     350.000,-

                                                      ——————

                                          BOP    Rp.  3.000.000,-         

 

 

                              Rp.  3.000.000,-

Tarif  BOP    =      ————–——  =  Rp. 4.000,-  /  JKL

                                          750

 

BOP untuk kusen pintu    =  4,5 jam  x      500    x  Rp. 4.000,- =   Rp.   9.000.000,-

BOP untuk kusen jendela             =  3    jam  x   2.000    x  Rp. 4.000,-  =   Rp. 24.000.000,-

                                                                                                            ——————

                                                      Biaya Overhead Pabrik           =   Rp. 33.000.000,-

 

 

 

  Biaya Produksi

 

        Biaya Bahan Baku                    Rp.  45.337.500,-

        Biaya Tenaga Kerja Langsung  Rp.    8.250.000,-

        Biaya Overhead Pabrik             Rp.  33.000.000,-

                                                      ———–———

      Total Biaya Produksi              Rp.  86.587.500,-       

 

Harga jual  =  125 %  x  Rp.  86.587.500,-  =  Rp.  108.234.375,-

 

 

2.  Kartu Harga Pokok Produksi

     

No.  Pesanan   :                                                           Pemesan          :          

Jenis Produk    :  Kusen pintu                                      Sifat Pesanan  :  Biasa

Tgl. Pesanan    :                                                           Jumlah             :  500 unit

Tgl. Selesai      :                                                           Harga Jual       :  Rp. 26.859.375,-

 


Biaya  Bahan  Baku
Biaya  Tenaga  Kerja
Biaya  Overhead  Pabrik
Tgl.
Ket.
Jumlah
Tgl.
Ket.
Jumlah
Tgl.
Ket.
Jumlah
 
35 x 292.500
 10.237.500
 
4,5 x 500
  x 1.000
2.250.000
 
4,5 x 500
  x 4.000
9.000.000
 
 
 
 
 
 
 
 
 
10.237.500
 
 
2.250.000
 
 
9.000.000
Jumlah  Total  Biaya  Produksi
Rp.  21.487.500,-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KASUS  3

 

PT. TYAS MAJU  bergerak dalam bidang produksi bata pres dan genteng berdasarkan pesanan, dengan proses produksi melalui 3 departemen. Pada tanggal 3 Januari 1998, mendapat pesanan No. 001untuk 10.000 bata pres dan No. 002 untuk 25.000 genteng dari Tuan  Iyan. Pada saat ini masih terdapat kelebihan produksi dari bulan lalu sebanyak 3.000 bata pres dan 7.500 genteng. Berdasarkan data, untuk memproduksi 1.000 bata press dan 1.000 genteng diperlukan :

 

Bahan Baku                Bata Pres         Genteng          Dengan perincian harga         

Pasir                                6  m3                                    1truk (15 m3 ) pasir  Rp. 250.000,-

Semen                             2  sak                                   1 truk tanah liat  Rp. 100.000,-

Tanah liat                                          10  m3                   1 truk kapur  Rp. 50.000,-

Kapur                                                   2  m3                   1 sak semen  Rp. 20.000,-

Bahan penolong (cat)                        25  kg

 


Dept.  I
Dept.  II
Dept.  III
Keterangan
Bata
Genteng
Bata
Genteng
Bata
Genteng
Jumlah Jam Tenaga Kerja Langsung
 
150
 
100
 
100
 
50
 
50
 
50
Jumlah Jam Mesin
50
100
50
150

 

Biaya overhead yang sesungguhnya terjadi :

  Bahan penolong (cat)    Rp. 100.000,-                      Biaya asuransi          Rp. 150.000,-

  Depresiasi mesin           Rp. 100.000,-                       Biaya listrik             Rp. 100.000,-

  Biaya administrasi        Rp. 250.000,-

 

Dengan tarif upah langsung Rp. 800,-/JKL.  Penentuan BOP untuk Dept. I menggunakan jam kerja langsung dan jam mesin untuk Dept. II dan Dept. III.  Karena adanya krisis ekonomi serta kenaikan BBM sebesar 42,85 %  maka diperkirakan adanya kenaikan ongkos angkut sebesar 50 %, sehingga mengakibatkan kenaikan bahan baku sebasar 20 % dan kenaikan tarif dasar listrik sebesar 20 % serta bahan penolong 50 %.

Dari jumlah produksi diperkirakan mengalami kerusakan sebanyak 5 % yang tidak laku dijual, dan dibebankan kepada masing-masing produk tersebut.  Tuan Iyan menyetujui harga jual sebesar biaya produksi ditambahh 40 %  keuntungan yang disepakati.

 

Diminta :

1.  Hitunglah harga pokok produksi total.

2.  Hitunglah harga jual yang diajukan kepada Tuan Iyan.

3.  Buatlah Kartu Harga Pokok Produksi untuk produksi bata press bulan ini.

4.  Buatlah jurnal yang dibutuhkan untuk soal No. 3 diatas. 

JAWABAN :

KASUS  3

PT.  TYAS  MAJU

 

                                                                                    Bata Pres         Genteng

            Pesanan  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .    10.000            25.000

            Persediaan awal  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .     3.000  _         7.500  _

            Produksi  . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .     7.000           14.500

            Dinaikan Produksi  ( 5% untuk kerusakan ) . .     7.350         15.225

 

1.  Harga Pokok Produksi Persediaan awal  :

 

Biaya Bahan Baku :

                          3.000             6

            Pasir  =  ——  x    x  Rp. 250.000  =  Rp. 300.000,-

                          1.000            15     

                          3.000            

          Semen  =  ——  x   2  x  Rp.   20.000  =  Rp. 120.000,-

                          1.000                     

                          7.500            10

     Tanah liat  =  ——  x    x  Rp. 100.000  =  Rp. 300.000,-

                          1.000            15     

                          7.500             2

          Kapur  =  ——  x    x  Rp.   50.000  =  Rp. 300.000,-

                          1.000            15                              ————–

            Biaya Bahan Baku . . . . . . . . . . . . . . .             Rp. 970.000,-

 

Biaya Tenaga Kerja :

                                                 Bata Pres                                              Genteng

Dept. I     Rp. 800 x  150    x  3  =     Rp. 360.000,-                       Rp. 800 x  100  x  7,5  =    Rp.    600.000,-    

Dept. II    Rp. 800 x  100   x  3  =     Rp. 240.000,-                       Rp. 800 x    50  x  7,5  =     Rp.    300.000,-

Dept. III  Rp. 800                x    50    x  3  =     Rp. 120.000,-                       Rp. 800 x    50  x  7,5  =     Rp.    300.000,-

                                                                Rp. 720.000,-                                                       Rp. 1.200.000,-

            Biaya Tenaga Kerja . . . . . . . . . . . . . .             Rp. 1.920.000,-

 

Biaya Overhead Pabrik :

                                                  Bata Pres                                                             Genteng

Dept. I    Rp. 1.000 x 150  x  3  =      Rp.    450.000,-                    Rp. 1.000 x  100 x 7,5  =    Rp.     750.000,-    

Dept. II   Rp. 1.000 x 150  x  3  =     Rp.    450.000,-                    Rp. 1.000 x  100 x 7,5  =    Rp.     750.000,-

Dept. III  Rp. 1.000 x   50  x  3  =     Rp.    150.000,-                    Rp. 1.000 x  150 x 7,5  =    Rp.  1.125.000,-

                                                                Rp. 1.050.000,-                                                                    Rp. 2.625.000,-

            Biaya Overhead Pabrik . . . . . . . . . . . Rp. 3.675.000,-

 

Jumlah Biaya Produksi Awal . . . . . . . . . . . . Rp. 6.565.000,-

 

 

2.  Harga Jual Produksi setelah adanya kenaikan produksi :

 

Biaya Bahan Baku :

                          7.350             6

            Pasir  =  ——  x    x  120 %  x  Rp. 250.000  =  Rp. 2.646.000,-

                          1.000            15     

                          7.350            

          Semen  =  ——  x   2  x  120 %  x  Rp.   20.000  =  Rp.    352.800,-

                          1.000                     

                          15.225          10

     Tanah liat  =  ——  x    x  120 %  x  Rp. 100.000  =  Rp. 1.218.000,-

                          1.000            15     

                          15.225            2

          Kapur  =  ——  x    x  120 %  x  Rp.   50.000  =  Rp.    121.800,-

                          1.000            15                                             —————–

            Biaya Bahan Baku . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .   Rp. 4.338.600,-

 

Biaya Tenaga Kerja :

                                                 Bata Pres                                              Genteng

Dept. I     Rp. 800 x  150    x  3  =     Rp. 360.000,-                       Rp. 800 x  100  x  7,5  =    Rp.    600.000,-    

Dept. II    Rp. 800 x  100   x  3  =     Rp. 240.000,-                       Rp. 800 x    50  x  7,5  =     Rp.    300.000,-

Dept. III  Rp. 800                x    50    x  3  =     Rp. 120.000,-                       Rp. 800 x    50  x  7,5  =     Rp.    300.000,-

                                                                Rp. 720.000,-                                                       Rp. 1.200.000,-

            Biaya Tenaga Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .           Rp. 4.190.000,-

 

Biaya Overhead Pabrik :

                                                Rp. 770.000,-

                        Tarif BOP  =   —————–  =  Rp. 1.100,- / jam

                                                         700

                                                  Bata Pres                                                             Genteng

Dept. I    Rp. 1.100 x 150 x 7,35 =   Rp. 1.212.750,-                    Rp.1.100 x 100 x 15,225 = Rp. 1.674.750,-    

Dept. II   Rp. 1.100 x 150 x 7,35 =  Rp. 1.212.750,-                    Rp.1.100 x 100 x 15,225 = Rp. 1.674.750,-

Dept. III  Rp. 1.100 x   50 x 7,35 =  Rp.    404.250,-                    Rp.1.100 x 150 x 15,225 = Rp. 2.512.125,-

                                                                Rp. 2.829.750,-                                                                      Rp. 5.861.625,-

            Biaya Overhead Pabrik . . . . . . . . . . . . . . . . . .            Rp. 8.691.375,-

 

Jumlah Biaya Produksi (Dinaikan 5%) . . . . . . . . . . .             Rp. 17.229.975,-

Jumlah Biaya Produksi Awal . . . . . . . . . . . . . . . . . .  Rp.   6.565.000,-

                                                                                    ——————–  +

            Total Biaya Produksi  . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. 23.794.975,-

 

Maka Harga Jual Bata Pres dan Genteng = 140 % x Rp. 23.794.975,- =  Rp. 33.312.965,-

           

 

3.   Kartu Harga Pokok :    

 

PT.  TYAS  MAJU
 
KARTU HARGA POKOK
 
No. Pesanan     :  001                                                       Nama Pemesan :  Tn. Iyan
Jenis Produksi  :  Bata Pres & Genteng                            Jumlah Unit      :   7.350
Tgl. Pesanan     :  03/01/1998                                           Tgl Selesai       :
Sifat Pesanan    :                                                                Harga Jual        :  Rp. 10.629.570
Tgl.
Keterangan
No. Bukti
Dept. I
Dept.  II
Dept. III
Jumlah
 
Biaya  Bahan  Baku
 
 
7,35 x 6/15 x 120 % x 250.000
7,35 x 2 x 120 % x 20.000
 
 
2.646.000
   352.800
 
 
 
 
 
Jumlah  BBB
2.998.800
 
 
2.998.800
 
Biaya  Tenaga Kerja
 
 
800 x 150 x 7,35
800 x 100 x 7,35
800 x   50 x 7,35
 
 
882.000
 
 
588.000
 
 
 
294.000
 
 
Jumlah  BTK
882.000
588.000
294.000
1.764.000
 
Biaya  Overhead  Pabrik
 
 
1.100 x 150 x 7,35
1.100 x 100 x 7,35
1.100 x   50 x 7,35
 
 
1.212.750
 
 
1.212.750
 
 
 
404.250
 
 
 
Jumlah  BOP
1.212.750
1.212.750
404.250
2.829.750
 
Jumlah  Biaya Produksi
5.093.550
1.800.750
698.250
7.592.550

 

4.  Jurnal   :

1.                Mencatat pemakaian bahan baku

BDP – BBB dept  I                                                     2.998.800               -

             Persediaan bahan baku                                   -           2.998.800

 

2.                Mencatat pembebanan BTK

BDP – BTK dept  I                                            882.000                  -

BDP – BTK dept  II                                                       588.000                  -            

BDP – BTK dept  III                                                     294.000                  -                                                 Gaji dan upah                                                -                     1.764.000

 

3.                Mencatat pembebanan BOP

BDP – BOP dept  I                                                     1.212.750                 -

BDP – BOP dept  II                                        1.212.750                 -

BDP – BOP dept  II                                           404.250                 -

             BOP dibebankan                                        -                           2.829.750

 

4.                Mencatat persediaan produk jadi

Persediaan produk jadi                                    7.592.550                 -

             BDP – BBB                                               -                2.998.800

             BDP – BTK                                               -                1.764.000

             BDP – BOP                                               -                2.829.750

 

5.                Mencatat Harga pokok penjualan

Harga pokok penjualan                                    7.592.550                  -

             Persediaan produk jadi                                -             7.592.550

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar